Posted on

Jauh; ( Tinggal Kenangan )

Sawaluddin Sembiring

Satu titik saat itu terjadi,

Membuka mata menerima kenyataan.

Pahit bagai mimpi sakit bagai nyata.

Karna Hidup untuk mati.

Ku pejamkan mata, menunggu keajaiban.

Hampa, karna Tuhan sudah mengaturnya.

Mengatur untuk satu yang terindah.

Derai air mata, menemukan titk untuk jatuh.

Melihat engkau tertidur tanpa darah.

Senyum tanpa lara dan denyut tak bernadi.

Membuat Garisan Cinta yang tak pernah hilang dalam Hati.

Terukir abadi untuk sebuah Persahabatan.

Jangan menangis Sobat,

Karna kami selalu untuk Mu.

Raga dan rupa Mu lenyap dalam waktu.

Dunia boleh membuat Mu Bahagia dengan jalannya.

Tapi dirimu, masih menemani kami,

Dalam Kenangan yang terukir Indah di hati kami

Para Sahabat Mu.

Inilah Saat Terakhir ku melihat dirimu,

karna aku merasa kehilangan.

Kehilangan teman yang paling berharga

yang pernah kami miliki.

kau selalu membuat kami tertawa.

Senyum mu membuat kami Bahagia.

Karna kau adalah Einstein kami.

Ensteint yang gak akan penah hilang di mata kami dan Dunia.

selamat Jalan sobat,

Senyumlah untuk kami.

Senyumlah untuk sebuah keindahan yang akan mempertemukan kita

suatu saat nanti.

karna engkau Sahabat Yang Paling Indah dalam hidup kami.

your best friend………….

About cerpen_sawal

biarlah mereka yang menilai aku apa adanya. karna aku hanya memelekan mata dan mendengar semua apa yang mereka bilang untuk diriku.

2 responses to “Jauh; ( Tinggal Kenangan )

  1. Maia Ce_Kaka ⋅

    aku kangen mu jie..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s