Posted on

love is CINTA

Sawaluddin Sembiring

” Dia terus berlari dan terus berlari. kakinya berdiri tepat di ambang penantian. Hidup atau Mati. Hidup menyakitkan dan Mati tak menyelesaikan. Tak perlu renungan, karna aku butuh kepastian. Haruskah aku bertanya tanya lagi sedangkan engk…au telah berdiri di depan ku? haruskah kau terus berdiam diri, sedangkan aku menanti jawaban mu. Aku mohon jangan siksa batin ku. Ungkapkan apa yang kau rasakan, aku menanti jawaban dari dirimu. Risau hatiku saat aku dengar kau ucapkan kalimat sayang. Gundah hatiku menunggu kau mengucapkan Cinta. Akulah Cinta dan Ucapkanlah Love. Agar keraguanku menjadi sebuah cahaya meredukpan gelapku. Jangan kau buat aku lama menunggu sesuatu yang tak bisa di jelaskan kembali.

Renungan ku…..

Harapan ku…….

Menjadi debu terbawa semilir angin menjadi suatu yang tak penting. Apa itu yang kau mau?!Linangan air mata dan kegerimisan hati kala ku ingat dirimu yang selalu menyiksa batinku dan apakah itu yang kau mau?Aku tak percaya saat aku melihat kepribadian mu berbeda. Aku adalah Aku. Itulah yang terucap dari bibir mu. Aku tak percaya mendengar penjelasan mu saat kau bilang Aku Jatuh Cinta. Aku hanya diam. Aku Cinta Kamu. Aku jga masih diam.

‘ Love Is Cinta ‘

Aku tersenyum dan memelukmu,karna aku hanya ingin kau mengucapkan Love dengan kesungguhan hati mu dan dengan tidak adanya lagi rasa Sulit untuk Mengucapkanya.”

About cerpen_sawal

biarlah mereka yang menilai aku apa adanya. karna aku hanya memelekan mata dan mendengar semua apa yang mereka bilang untuk diriku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s