Posted on

Hari Tua Ku

 

 

Kala Aku diam Di Kursi Goyang

Mata Ku Tajam Menatap Kedepan

Membayangkan Semua Hal Indah

Yang tercatat begitu Indah

Dalam Sejarah Kehidupan

 

Aku yang dulu Begitu Gagah

dan Kini Menjadi seorang Yang Lemah.

Karna Aku Adalah Seorang Usia Lanjut,

Yang Menanti Ajal Menjemput ku.

Di Atas  Sebuah Renungan Akan Kematian..

 

Rambut Hitam Berkilau Menjadi

Putih Yang Kusam.

Kulit Yang Indah Menjadi

Keriput Bagai tak Bertulang.

Karna Aku Hanyalah Seorang

Pria Yang Sudah Rentak tak Berdaya…

 

Aku ingin Menghabiskan

Masa Tua ku

Dengan Membayangkan Kenangan Hidup

Di Masa Muda Ku.

 

Karna Cerita Itu,

Akan  Selalu Abadi Dalam Ruang Dimensi Ku

Akan Aku ceritakan pada Anak dan Cucu KU

Tentang Perjalanan Ku Mencari Cinta, Uang,

dan Menikmati Kehidupan

 

Hingga aku Bisa tersenyum sampai sekarang ini

 

Dan Satu Yang Masih Aku Ingat

Belahan Jiwa Ku…

Dia Bidadari Ku,

Yang Telah Menunggu ku

Di dalam Bahtera Cinta

Di Dalam Nirwana

 

Aku Merindukanya…

 

Dan Kini Aku Hanya Sendiri

Dalan Ketidak Berdayaan ku

Duduk Sepi Diatas Kursi Goyang ini.

Bibir Ku Tersenyum

Saat Semilir Angin Menyetuh ku

Menyentuh dengan satu titik

Kehidupan Panjang Ku di Dunia Ini..

 

Mata ku enggan melihat Dunia

Karna Usia Yang Terkikis

Telingaku Kurang Tak Berbisik

Karna Faktor Umur

dan Bibirku Berbicara tak jelas

Karna Aku Sudah Tua

 

Aku Ingin Dia Menemani Ku

Menemani Ku sampai Aku Tiada

Karna Aku tak ingin sendiri dalam kehampaan

di akhir Hidup ku

 

Ku Pejamkan Mata

Ku sambut Malaikat

Untuk Mencabut Nyawaku…

 

Karna inilah waktunya

 

Jantung Ku Tak Berdetak

Nadi Ku Tak Berdenyut

Dan Nafas Ku tak Terasa

 

Karna Aku Hanyalah seorang Pria

Yang Kaku dengan tubuh yang pucat memutih

 

Aku Tertidur

dan Tidak Akan Pernah Lagi Terbangun

Untuk Melihat Dunia

Karna Aku telah Meninggalkan Dunia Ini

Untuk Selamanya…

About cerpen_sawal

biarlah mereka yang menilai aku apa adanya. karna aku hanya memelekan mata dan mendengar semua apa yang mereka bilang untuk diriku.

4 responses to “Hari Tua Ku

  1. Arief ⋅

    i like this…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s